22 Agustus 2009

Kisah nyata : miris, tragis, ambil hikmahnya saja

Saya terkejut ketika membaca posting terbaru paman Tyo (blogger terkenal) tadi malam. Judulnya agak aneh dan sempat membuat curiga, Blewah (in memoriam). Curiga karena in memoriam tentu bermakna tentang mengenang kepergian seseorang. Jadi aneh karena blewah kan nama buah, kenapa juga perlu dikenang. Rupanya di posting ini beliau menulis kejadian nyata yang terjadi di lingkungan rumahnya di Pondok Gede yang terjadi tiga hari silam, mengenai kepergian seorang bocah tetangganya akibat kecelakaan.



Anda baca saja langsung postingan yang saya maksud pada blognya paman Tyo. Terus terang saya miris dan tak kuat membacanya. Bahkan paman Tyo pun perlu waktu tiga hari untuk menenangkan pikirannya sebelum menulis kisah ini. Singkatnya, ini kisah tentang si blewah, sebutan untuk Rayhan, bocah belum genap 2 tahun yang jadi tetangga paman Tyo. Rayhan kecil ini baru saja keluar dari gerbang rumah tetangganya saat kebetulan sebuah mobil lewat dan (entah bagaimana kejadiannya) tiba-tiba menabraknya hingga terluka di bagian kepala. Nyawanya tak tertolong saat akan dibawa ke rumah sakit. Ironisnya, mobil yang lewat ternyata dikendarai oleh tetangganya sendiri, di lingkungan perumahan nan aman dan dilengkapi dengan banyak polisi tidur.

Saya ikut berduka atas kepergian si blewah, atau Rayhan. Tak terbayangkan betapa berat menerima kenyataan seperti itu, semoga orang tua yang ditinggalkan diberi ketabahan terlebih saat ini baru saja mulai masuk bulan ramadhan. Hikmahnya tentu jelas, menjaga keselamatan memang tak kenal tempat. Bahkan di lingkungan rumah sendiri, pengawasan pada sang buah hati kita tentu tak boleh lengah.

0 comments:

Poskan Komentar