
Sebagai anak bangsa kita patut bangga dengan hadirnya uang baru ini. Desain dan warnanya keren, dan uang ini pertama kalinya ada dalam sejarah negeri ini, mengingatkan saat dahulu pertama kali keluar uang 20.000 yang juga bersejarah. Uang baru ini tampak memberi optimisme baru pada ekonomi Indonesia, dengan harapan mampu untuk membayar dengan lebih praktis daripada memakai uang seribu. Bayangkan saja, angka dua dan deretan tiga angka nol mengikutinya, gagah bukan...?
Apa yang lantas akan kita lakukan dengan hadirnya uang ini? Nyatanya, uang dua ribu ini adalah uang receh yang remeh temeh. Mungkin uang ini akan jadi uang kertas dengan nominal terkecil, apabila nantinya uang seribu akan tersedia hanya dalam versi koin saja (mungkin uang seribu memang sudah tidak ada kekuatan nilai tukarnya lagi hingga perlu dibuatkan uang versi dua ribu). Inilah bukti nyata merosotnya nilai uang kita, dimana inflasi terus menekan daya beli dan memaksa barang yang sama harus dibayar dengan nominal yang lebih tinggi lagi.
Mari berhitung-hitung, kira-kira uang dua ribu ini bisa dibelanjakan apa saja sih :
- sepotong kue (risol, pastel, lemper, dsb)
- satu sachet kopi instan
- minuman teh (dalam) botol
- sebungkus mie instan
- sebuah buku tulis (isi 38 lembar)
- satu strip obat sakit kepala (isi 4 butir)
- parkir sepeda motor dua jam
- menelepon dua menit
- cetak selembar foto ukuran 4R
- sebuah koin di pusat permainan anak-anak
- bayar toilet umum untuk dua orang
Di negara kita jangankan untuk membeli laptop atau kamera, saat ini bahkan uang dua ribu tidak bisa dipakai untuk membayar / membeli :
- secangkir kopi di warung (3.000)
- sepotong roti (3.500)
- seliter bensin (4.500)
- ongkos metromini (2.500)
- sekeping CD-R kosong (2.500)
- perangko pos kilat (3.000, hey, kapan terakhir anda membeli perangko?)
Note : perhatikan daftar harga makanan / minuman di kedai kopi di mal-mal Ibukota. Mereka memasang harga tanpa menulis tiga angka nol sehingga mengecoh pembeli. Bagaimana kita tidak bingung saat melihat harga donat kok 12 rupiah, atau secangkir kopi harganya 28 rupiah....
Update 17 Agustus 2009 : Terima kasih untuk Paman Tyo yang sudah membuat link ke artikel saya ini, sehingga statistik kunjungan artikel ini jadi naik....
Yah bisa dapat apa selain bayar parkir? Makin berat aja ya. Tapi gimana lagi. Terima kasih atas koreksi Anda.
BalasHapus