28 Juli 2009

Anomali cuaca jelang El-Nino

Sabtu tanggal 25 Juli 2009 kemarin, di rumah saya di Tangerang, terjadi hujan sangat lebat sekitar jam 2 siang. Hujan (disertai jatuhnya butiran es) yang disertai angin kencang dan petir yang terus menerus selama sekitar dua jam itu pun sempat menerbangkan atap garasi di rumah saya dan merubuhkan tembok pagar pembatas dengan perumahan sebelah. Peristiwa ini pun terasa aneh di tengah sedang mulainya musim kemarau yang terlambat, hingga esok harinya hujan di Tangerang ini masuk ke media cetak nasional.



Fenomena berbeda terjadi di hari Senin dan Selasa ini (27-28 Juli 2009) dimana kondisi panas terasa amat terik namun dengan tiupan angin yang masih sama kencangnya. Meski tak sampai membuat kerusakan, angin dua hari ini tetap kencang dari pagi hingga malam. Rupanya tersiar kabar dari BMG bahwa ini semua adalah (lagi-lagi) anomali cuaca sebagai ciri akan masuknya El-Nino, atau musim kemarau yang panjang. Dikabarkan, awal musim hujan yang sedianya terjadi di bula nnNovember, bisa jadi tahun ini bergeser entah berapa lama.

Ah ya, pemanasan global telah merusak iklim bumi dan tidak ada lagi musim yang berkala dan teratur seperti dulu. Mungkin nanti lagu November rain tidak lagi relevan, nanti istilah Januari adalah huJAN setiap hARI mungkin akan berubah, atau mungkin nanti buku pelajaran IPA di Sekolah Dasar perlu direvisi lagi.

Siap-siap, a long dry season ahead..

0 comments:

Poskan Komentar