16 Juni 2009

Belajar dari Iran

Seperti biasa, sesekali saya blogwalking di Kompasiana. Kali ini saya membaca blognya JK yang semestinya sedang sibuk menghadapi pilpres (salut juga RI2 ini masih sempat meluangkan waktu untuk menulis blog). Dalam blog terbarunya, JK mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Iran sambil memetik banyak pelajaran dan hikmah dari sosok pemimpin seperti Ahmadinejad. Singkat kata, blog tersebut meraih tanggapan beragam dari pembacanya, dan ada satu komentar singkat yang membuat saya sempat tertegun dan ingin mengutip apa yang ditulisnya disini.

Komentar berikut di tulis oleh Jihan pada blogya JK, saya coba kutip ya :
"Kita harus belajar dari Iran. Kenapa? Kok bisa dia bangun negara tanpa hutang? Kita sudah menggundulkan hutan Kalimantan, membolongi bumi Papua demi Freeport dan membanjiri Porong dgn lumpur, kok GDPnya cuma dari dulu 3.000 saja? Berarti mahal sekali biaya pembangunan di Indonesia?

Malaysia dan Singapura sudah berlomba2 BUMN dan Swastanya di kebut go publik, Indonesia malah membuka selebar2nya pintu negara ini dan menjual BUMNnya. SDA sudah di gadaikan, BUMN di jual, rakyat terbelakang, hutang menumpuk, lalu bagaimana kita bayar hutang?

Mau sampai berapa trilyun kita harus hutang supaya GDP kita bisa 30,000 dollar? Mau sampai kapan kita harus berhutang?"
Bagaimana, miris ya??? Prihatin, nggak maju-maju deh...

0 comments:

Poskan Komentar