23 November 2008

Seputar kamera digital prosumer

Kamera digital jenis prosumer (profesional consumer), yang kadang disebut kamera tanggung, hingga saat ini eksistensinya masih terus bertahan meski harus berjuang keras ditengah himpitan serbuan kamera DSLR baru nan murah dan canggih. Ada banyak alasan kenapa masih banyak orang yang berminat pada kamera prosumer, katakanlah karena faktor kepraktisan dalam pemakaian. Ya, sebuah kamera prosumer bisa jadi sudah dilengkapi dengan lensa yang sanggup menjangkau rentang wide 28mm hingga tele diatas 500mm, plus dengan bukaan lensa yang cukup cepat, tanpa harus berukuran besar ataupun panjang layaknya lensa DSLR. Kamera prosumer dengan lensa semacam itu bahkan dijual dengan harga yang masih lebih murah daripada sebuah lensa all-around DSLR dengan rentang 18-200mm seperti lensa Canon, Nikon atau Sigma.


Tentu saja ada hal-hal yang mana kamera prosumer tidak dapat menyamai hasil dari kamera DSLR beserta lensanya, utamanya adalah dalam kemampuan mengatasi noise ISO tinggi. Belum lagi dalam hal mereproduksi foto yang mempunyai latar yang blur, karena tentu lensa DSLR adalah jawara soal ini. Bicara soal kecepatan dan performa, lagi-lagi sang DSLR sanggup mengungguli prosumer. Lantas kompromi seperti apa yang harus diterima oleh seseorang yang membeli kamera prosumer? Pertama adalah menghindari pemakaian ISO tinggi, artinya bermain aman saja di ISO dasar hingga maksimal ISO 400. Kedua adalah tidak berharap banyak akan fotografi dengan DOF sempit, seperti foto portrait atau still life. Ketiga adalah menghindari fotografi yang memerlukan kerja kamera yang serba cepat, termasuk shutter, auto fokus hingga continuous shooting yang cepat.

Jangan dulu berkecil hati. Sebagai kamera berfitur lengkap dan berlensa tetap, prosumer masih punya banyak keunggulan asal kita tahu keterbatasannya. Perkembangan teknologi fotografi digital masa kini telah mengantar kamera prosumer menjadi kamera praktis yang bisa diandalkan untuk fotografi sehari-hari, mulai dari memotret makro, landscape, hingga tele-outdoor photography. Bahkan kemampuan prosumer dalam merekam video pun semakin ditingkatkan, dengan kualitas rekam High Definition serta kompresi MPEG-4 AVC yang efisien. Banyak prosumer masa kini yang telah dilengkapi dengan dudukan flash eksternal, sehingga keterbatasan prosumer di daerah kurang cahaya dapat disiasati dengan memasang lampu kilat eksternal yang berdaya lebih besar, dan bisa dibouncing keatas. Soal lensa tetapnya, menghindarkan kita dari keinginan membeli lensa terpisah, mencegah berganti-ganti lensa yang tidak praktis dan beresiko masuknya debu ke dalam sensor. Soal kendala noise dapat diupayakan dengan sedikit kerja ekstra yaitu memotret memakai file RAW dan selanjutnya diolah di komputer. Belum lagi soal harga dan bobotnya yang lebih ringan dari DSLR, membuat prosumer sebenarnya masih punya harapan untuk mendapat tempat di kalangan fotografer, baik pemula hingga profesional sekalipun.

0 comments:

Poskan Komentar